keadilan, sangat mungkin adalah barang langka dinegeri ini, bukan hanya bahan bakar minyak(BBM) atau sembako yang akhir-akhir ini menjadi mahal dan sulit dicari, tetapi keadilan akan jauh lebih sulit ditemukan apabila kita mencarinya. bagaimana tidak, di negeri yang berjuluk jamrud khatulistiwa ini tidak terbersit sedikitpun kemilau kemakmuran dari sebagian besar penghuninya, dinegeri yang subur dan kaya sumber daya alam ini yang nampak hanyalah kegersangan dan kehampaan yang meliputi kehidupan warganya, bahkan untuk mencari sesuap nasi sekalipun sebagian besar warga di negeri ini harus jungkir balik bermandi keringat dengan mengeluarkan segenap tenaga dan kemampuan yang dimiliki yang terkadang apa yang mereka peroleh jauh dari harapan dan kebutuhan mereka, sementara di lain sisi sebagian kecil penghuni negeri ini dengan mudah meraih semua keinginan mereka tak satupaun, tak satupun dari apa yang menjadi kemauan dan kehendaknya tidak terpenuhi.
ironis memang, tapi itulah realitanya. ketimpangan ekonomi dan sosial yang telah berlangsung lama di negeri tercinta ini hingga detik ini masih saja berlangsung dan tak nampak tanda-tanda akan berakhirnya tragedi ini, bahkan upaya untuk mengahirinya pun amat sangat kecil hingga terkesan tidak ada sama sekali. terungkapnya skandal “dagang hukum” di kejaksaan agung beberapa waktu yang lalu yang melibatkan hampir seluruh pejabat teras di kejaksaan agung semakin menciutkan nyali kita untuk tetap menginginkan penegakan hukum dan keadilan di negeri ini. ya, pupus sudah harapan kita akan terwujudnya keadilan di nusantara ini, rasanya segenap asa telah sirna ketika kita tahu akan hal yang memalukan dan tidak sepatutnya terjadi itu dilakukan oleh para penegak hukum kita. masihkah ada harapan untuk tegaknya suatu keadilan? mungkin masih, pemerintah adalah harapan kita satu-satunya, selain karena disitulah akar permasalahan yang sesungguhnya juga pemerintahlah yang memiliki tangan yang bisa bekerja untuk itu, memang pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi masyarakat, tetapi yang harus diingat selalu adalah bahwa pemerintah merupakan faktor yang paling dominan, kesediaan untuk berubah dan kemauan untuk merubah adalah kunci terpenting bagi suatu upaya memperbaiki diri guna mencapai kemajuan yang diharapkan bersama. wallahu ‘a’lam.